Jayapura, Jumat 11 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Cenderawasih melakukan kuliah lapangan ke TPA Koya Koso Distrik Muara Tami. Kondisi TPA menggambarkan masalah pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah. jumlah sampah yang terus meningkat dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara serta berdampak pada kesehatan manusia dan ekosistem. melihat kondisi yang terjadi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan agar dampak negatif terhadap lingkungan dapat dikurangi.
Sistem operasional di TPA Koya Koso masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan jumlah alat berat, menurunnya kondisi infrastruktur, dan semakin berkurangnya kapasitas lahan akibat peningkatan volume sampah harian. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat mempercepat berkurangnya daya tampung lahan. Kendati demikian, pihak pengelola tetap melakukan pemeliharaan rutin dan pengawasan di bawah koordinasi DLH untuk menjaga kelancaran operasional. Secara keseluruhan, sistem pengelolaan di TPA Koya Koso telah mengikuti prinsip dasar controlled landfill, meskipun penerapannya masih perlu ditingkatkan agar mencapai standar ideal sanitary landfill yang lebih aman bagi lingkungan.
Berdasarkan hasil observasi Mahasiswa Program Studi MPSAL UNCEN, TPA Koya Koso menghadapi beberapa permasalahan lingkungan yang cukup serius, baik dari segi fisik, kimia, maupun biologis. Permasalahan tersebut muncul akibat keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya perawatan fasilitas, serta meningkatnya volume sampah setiap tahun. Hasil observasi menunjukkan bahwa permasalahan pengelolaan TPA Koya Koso bersifat multidimensi, melibatkan faktor teknis, kelembagaan, dan sosial. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas pengelolaan memerlukan pendekatan terintegrasi antara penguatan infrastruktur, dukungan kebijakan, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar pengelolaan TPA dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

(Dokumentasi Kuliah Lapangan, Jayapura, 11 Oktober 2025)